|
|
A Letter to the Churches from Sibu“Upholding the Truth in Love”
|
| To forgive, as we seek His forgiveness; | |
| To make peace, as we seek to be peacemakers; | |
| To embrace, as we seek to embrace the community; | |
| To reconcile, as we seek to reconcile; | |
| To be merciful, as we seek to obtain mercy; | |
| To be transformed, as we seek to transform; | |
| To be truthful with each other, as we seek to speak His truth with courage in the world; | |
| To be humble and serve one another, as we seek to walk humbly with God; |
We seek to be spiritually renewed and strengthened by God to help us be visible as one body. We commit ourselves to the vision of building a new ecumenical centre in order to advance the objectives and goals of the Council of Churches of Malaysia.
Concluding Prayer
“Grant, O Lord, strength and courage to Your church in Malaysia to be a witness for You, and henceforth deepen and extend its influence and power for good of this nation and the region. We pray that all Malaysian Christians may be led to uphold the truth in love, and hold on firmly to our faith in unity of spirit and in the bond of peace, and in righteousness of life. Help us to proactively reclaim our true identity as imitators of Christ and uphold our biblical responsibility to be ministers of reconciliation as we seek to build Your kingdom and bring the truth of Your kingdom values on earth. In the precious name of our Lord Jesus Christ we pray, AMEN.”
Please click here for the Statement in Chinese
PERNYATAAN PERSIDANGAN
Mesyuarat Agung Ke 13
SIBU, June 21-23, 2010
Dipersisiran Sungai Rejang, Sibu Sarawak yang indah, seramai 94 perwakilan berkumpul untuk Mesyuarat Agung Majlis Gereja Gereja Malaysia yang ke 13, untuk merayakan kepelbagaian dan mempertimbangkan langkah langkah misi yang berkesan dalam konteks Malaysia. Kami mengambil kesempatan ini untuk mengucap syukur kepada Tuhan kerana Mesyuarat Agung telah berjalan dengan dengan lancar, atas layanan yang luarbiasa dari gereja gereja di Sarawak dan juga para penceramah.
Di bawah tema “Menegakkan Kebenaran Dalam Kasih”, kami menyembah, berdoa dan merenungkan apakah maknanya kehidupan yang menjadi kesaksian di Negara kita Malaysia.
Penyelidikan Alkitab, yang dipimpin oleh Bishop Kumara B.S Illangasinghe dari Sri Lanka, telah memimpin kita dalam keyakinan bahwa tanpa penyingkapan Kebenaran, maka tidak akan ada perdamaian. Kita dipanggil untuk menjadi pelayan pelayan pendamaian ( 2 Korintus 5: 17-19) dan menjadi satu tubuh di dalam Kristus (Galatia 3:26-29) supaya kita menjadi saksi saksi Kristus yang boleh dipercaya yang mewakili Dia di Negara dan rantau ini. Gereja perlu menegakkan keadilan dan bertobat dari dosa ketidakpedulian dan sikap tidak perihatin, dan kebongkakan terhadap satu sama lain, sebagai masyarakat yang percaya perlu merendahkan diri dengan Allah kita (Mikah 6:8).
Kita berterima kasih kepada mantan President, Pdt Dr. Thomas Philip, di dalam ucapan beliau mengingatkan kita untuk berbicara tentang kasih, membina jambatan jambatan melalui dialog dialog dan mempromosikan budaya aman dan perdamaian. Kita hendaklah beriktiar dengan keras ke arah perpaduan di dalam kepelbagaian kita. Dia menyerus gereja untuk berfungi sebagai ragi dan membuat komitmen bersama sama untuk mengenapi rencana Allah di dalam masyaakat ini untuk menjadi agen perubahan, menghasilkan buah yang kekal dan menjadi saksi bagi Dia yang telah memanggil dan mengutus kita.
Menegakkan kebenaran membawa kita bersama memfokuskan untuk menjadi gereja seperti yang Tuhan kehendaki. Yesus berjanji bahawa gereja, “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diriNya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya itu yang akan dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimaNya daripadaKu.” (Yoh 16: 13,14)
Di dalam perbincangan pleno tentang Negara masyarakat Malaysia hari ini, tetamu kehormat penceramah Dr Farish Noor dan Dr. Paricia Martinez sebagai narasumber. Orang orang Kristian harus sadar bahawa setiap kelembapan ekonomi berpotensi untuk membangkitkan konflik kemanusiaan. Bertentangan dengan latarbelakang ini, maka orang orang Kristian didorong untuk bersuara menentang sikap berat sebelah, ketidaksamarataan dan ketidak adilan. Kita harus peka dan sadar apa yang bakal terjadi sekitar kita, dan menjadi bijak, proaktif dan tegas dalam menangani semua cabaran yang menentang kita. Kita berada pada masa kritikal sepanjang sejarah Negara kita, kita harus bertanya pada diri kita sejauh mana kita telah menceburkan diri, dibentuk dan melibatkan diri dalam seluruh kesejahteraan Negara kita. Dalam masa kita mengenalpasti keperluan dan keperihatinan seluruh warga Malaysia, kita mengukuhkan komitmen untuk memperkasa gereja gereja pribumi.
Oleh itu, sebagai Majlis Gereja Gereja Malaysia, kita dipanggil untuk memperbaharui mandat yang telah diberikan untuk tahun tahun yang mendatang:
| Memaafkan, sebagaimana kita memohon pengampunanNya; | |
| Membawa damai, sebagaiama kita ingin menjadi pembawa damai; | |
| Merangkul, sebagaimana kita ingin merangkul masyarakat; | |
| Mendamaikan, sebagaimana kita ingin didamaikan | |
| Berbelaskasihan, sebagaimana kita inginkan belaskasihan | |
| Dibaharui, sebagaimana kita ingin dibaharui | |
| Bersikap benar terhadap satu sama lain, sebagaimana kita ingin mengatakan kebenaranNya dengan berani kepada dunia | |
| Rendah hati dan melayani sesama, sebagaimana kita ingin berjalan dengan kerendahan hati bersama Allah; |
Kita mahu dibaharui secara rohani dan dikuatkan Allah supaya kita dapat menjadi satu tubuh. Kita memberi komitmen untuk visi pembangunan Pusat Oikomene yang mana akan mengetengahkan objektif dan sasaran Majlis Gereja Gereja Malaysia.
Doa penutup
“O Tuhan, anugerahkanlah kekuatan dan semangat kepada gereja Mu di Malaysia untuk menjadi saksi bagi Mu, yang mana akan dapat memperdalam dan memperluas pengaruh dan kuasa gereja gereja untuk kebaikan Negara dan rantau ini. Kami berdoa supaya semua orang Kristian di Malaysia akan menegakkan kebenaran dalam kasih, dan berpegang teguh pada iman dalam kesatuan Roh dan ikatan damai, dan hidup dalam kebenaran. Tolong kami untuk bersikap proaktif menuntut identity sebenar kami sebagai Pengikut Kristus dan memegang tanggungjawab Alkitabahiah kami untuk menjadi pelayan perdamaian dalam kami berusaha untuk membina Kerajaan Mu dan membawa nilai nilai kebenaran Kerajaan mu di muka bumi ini. Dalam nama Tuhan kami Yesus Kristus, Amen.”