A Letter to the Churches from Sibu

“Upholding the Truth in Love”
Menegahkan Kebenaran Dalam Kasih

STATEMENT OF THE ASSEMBLY
The 13th Triennial General Assembly
SIBU, June 21-23, 2010

In beautiful Sibu, Sarawak, and meeting by the banks of the mighty Rejang river, ninety four (94) delegates gathered for the thirteenth (13th) General Assembly of the Council of Churches of Malaysia to celebrate diversity and deliberated the way forward for effective mission in the Malaysian context. We take this opportunity to express our gratefulness to God for the smooth running of the assembly, to the wonderful hospitality of the churches of Sarawak, and to the speakers. 

Under the theme, “Upholding the Truth in Love,” we worshipped, prayed and reflected on what it means to live in bold witness in our country of Malaysia. 

The Bible Studies, led by Bishop Kumara B.S. Illangasinghe of Sri Lanka, guided us to the conviction that unless the Truth is revealed, there can be no reconciliation. We are called to be ministers of reconciliation (2 Cor 5:17-19) and seek to be a united body in Christ (Galatians 3: 26-29) so that we can become God’s reliable witness called to represent Him in this nation and this region. The Church needs to uphold justice and to repent of sins of apathy and uncaring attitude, even arrogance towards one another, as the community of believers seeks to walk humbly with our God (Micah 6:8).

We thank our outgoing President, Rev Dr. Thomas Philips, who in his address reminded us that we are to continue to speak the truth in love, build bridges through dialogue and promote a culture of peace and reconciliation. We are to endeavour rigorously towards unity in our diversity. He called upon the church to function like yeast and make a conscious commitment together to fulfil God’s purpose in society to be His agents of transformation, bearing fruits that will last and bear witness to the One who has called and commissioned us.

Upholding the truth leads us together to focus on being the church that God wills. Jesus promised the church, “But when he, the Spirit of truth, comes, he will guide you into all truth. He will not speak on his own; he will speak only what he hears, and he will tell you what is yet to come. He will bring glory to me by taking from what is mine and making it known to you.” (John 16:13,14 NIV)

In our plenary discussion on the state of the Malaysian society today, we had distinguished speakers in Dr. Farish Noor and Dr. Patricia Martinez as our resource persons. Christians are to be conscious that any economic slowdown would give rise to potential communitarian conflict. Against this backdrop, Christians are encouraged to speak up against partiality, inequality and injustice. We should be sensitive and conscious as to what is going on around us, and be wise, proactive and steadfast in tackling all challenges confronting us. Standing at a critical time of our nation’s history, we have to ask ourselves as to how we are to engage, reform and be involved in the total wellbeing of our nation. Whilst we acknowledge the needs and concerns of all Malaysians, we affirm our commitment to the empowerment of the indigenous church.

Therefore, as Council of Churches of Malaysia, we are called to renew the mandate given to us for the years to come: 

bulletTo forgive, as we seek His forgiveness;
bulletTo make peace, as we seek to be peacemakers;
bulletTo embrace, as we seek to embrace the community;
bulletTo reconcile, as we seek to reconcile;
bulletTo be merciful, as we seek to obtain mercy;
bulletTo be transformed, as we seek to transform;
bulletTo be truthful with each other, as we seek to speak His truth with courage in the world;
bulletTo be humble and serve one another, as we seek to walk humbly with God;

We seek to be spiritually renewed and strengthened by God to help us be visible as one body. We commit ourselves to the vision of building a new ecumenical centre in order to advance the objectives and goals of the Council of Churches of Malaysia. 

Concluding Prayer

“Grant, O Lord, strength and courage to Your church in Malaysia to be a witness for You, and henceforth deepen and extend its influence and power for good of this nation and the region. We pray that all Malaysian Christians may be led to uphold the truth in love, and hold on firmly to our faith in unity of spirit and in the bond of peace, and in righteousness of life. Help us to proactively reclaim our true identity as imitators of Christ and uphold our biblical responsibility to be ministers of reconciliation as we seek to build Your kingdom and bring the truth of Your kingdom values on earth. In the precious name of our Lord Jesus Christ we pray, AMEN.”

Please click here for the Statement in Chinese

Surat dari Gereja Gereja di Sibu

“Menegakkan Kebenaran Dalam Kasih”

PERNYATAAN PERSIDANGAN
Mesyuarat Agung Ke 13
SIBU, June 21-23, 2010

Dipersisiran Sungai Rejang, Sibu Sarawak yang indah, seramai 94 perwakilan berkumpul untuk Mesyuarat Agung Majlis Gereja Gereja Malaysia yang ke 13, untuk merayakan kepelbagaian dan mempertimbangkan langkah langkah misi yang berkesan dalam konteks Malaysia. Kami mengambil kesempatan ini untuk mengucap syukur kepada Tuhan kerana Mesyuarat Agung telah berjalan dengan dengan lancar, atas layanan yang luarbiasa dari gereja gereja di Sarawak dan juga para penceramah.

Di bawah tema “Menegakkan Kebenaran Dalam Kasih”, kami menyembah, berdoa dan merenungkan apakah maknanya kehidupan yang menjadi kesaksian di Negara kita Malaysia.

Penyelidikan Alkitab, yang dipimpin oleh Bishop Kumara B.S Illangasinghe dari Sri Lanka, telah memimpin kita dalam keyakinan bahwa tanpa penyingkapan Kebenaran, maka tidak akan ada perdamaian. Kita dipanggil untuk menjadi pelayan pelayan pendamaian ( 2 Korintus 5: 17-19) dan menjadi satu tubuh di dalam Kristus (Galatia 3:26-29) supaya kita menjadi saksi saksi Kristus yang boleh dipercaya yang mewakili Dia di Negara dan rantau ini. Gereja perlu menegakkan keadilan dan bertobat dari dosa ketidakpedulian dan sikap tidak perihatin, dan kebongkakan terhadap satu sama lain, sebagai masyarakat yang percaya perlu merendahkan diri dengan Allah kita (Mikah 6:8).

Kita berterima kasih kepada mantan President, Pdt Dr. Thomas Philip, di dalam ucapan beliau mengingatkan kita untuk berbicara tentang kasih, membina jambatan jambatan melalui dialog dialog dan mempromosikan budaya aman dan perdamaian. Kita hendaklah beriktiar dengan keras ke arah perpaduan di dalam kepelbagaian kita. Dia menyerus gereja untuk berfungi sebagai ragi dan membuat komitmen bersama sama untuk mengenapi rencana Allah di dalam masyaakat ini untuk menjadi agen perubahan, menghasilkan buah yang kekal dan menjadi saksi bagi Dia yang telah memanggil dan mengutus kita.

Menegakkan kebenaran membawa kita bersama memfokuskan untuk menjadi gereja seperti yang Tuhan kehendaki. Yesus berjanji bahawa gereja, “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diriNya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya itu yang akan dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimaNya daripadaKu.” (Yoh 16: 13,14)

Di dalam perbincangan pleno tentang Negara masyarakat Malaysia hari ini, tetamu kehormat penceramah Dr Farish Noor dan Dr. Paricia Martinez sebagai narasumber. Orang orang Kristian harus sadar bahawa setiap kelembapan ekonomi berpotensi untuk membangkitkan konflik kemanusiaan. Bertentangan dengan latarbelakang ini, maka orang orang Kristian didorong untuk bersuara menentang sikap berat sebelah, ketidaksamarataan dan ketidak adilan. Kita harus peka dan sadar apa yang bakal terjadi sekitar kita, dan menjadi bijak, proaktif dan tegas dalam menangani semua cabaran yang menentang kita. Kita berada pada masa kritikal sepanjang sejarah Negara kita, kita harus bertanya pada diri kita sejauh mana kita telah menceburkan diri, dibentuk dan melibatkan diri dalam seluruh kesejahteraan Negara kita. Dalam masa kita mengenalpasti keperluan dan keperihatinan seluruh warga Malaysia, kita mengukuhkan komitmen untuk memperkasa gereja gereja pribumi.

Oleh itu, sebagai Majlis Gereja Gereja Malaysia, kita dipanggil untuk memperbaharui mandat yang telah diberikan untuk tahun tahun yang mendatang:

bulletMemaafkan, sebagaimana kita memohon pengampunanNya;
bulletMembawa damai, sebagaiama kita ingin menjadi pembawa damai;
bulletMerangkul, sebagaimana kita ingin merangkul masyarakat;
bulletMendamaikan, sebagaimana kita ingin didamaikan
bulletBerbelaskasihan, sebagaimana kita inginkan belaskasihan
bulletDibaharui, sebagaimana kita ingin dibaharui
bulletBersikap benar terhadap satu sama lain, sebagaimana kita ingin mengatakan kebenaranNya dengan berani kepada dunia
bulletRendah hati dan melayani sesama, sebagaimana kita ingin berjalan dengan kerendahan hati bersama Allah;

Kita mahu dibaharui secara rohani dan dikuatkan Allah supaya kita dapat menjadi satu tubuh. Kita memberi komitmen untuk visi pembangunan Pusat Oikomene yang mana akan mengetengahkan objektif dan sasaran Majlis Gereja Gereja Malaysia.

Doa penutup

“O Tuhan, anugerahkanlah kekuatan dan semangat kepada gereja Mu di Malaysia untuk menjadi saksi bagi Mu, yang mana akan dapat memperdalam dan memperluas pengaruh dan kuasa gereja gereja untuk kebaikan Negara dan rantau ini. Kami berdoa supaya semua orang Kristian di Malaysia akan menegakkan kebenaran dalam kasih, dan berpegang teguh pada iman dalam kesatuan Roh dan ikatan damai, dan hidup dalam kebenaran. Tolong kami untuk bersikap proaktif menuntut identity sebenar kami sebagai Pengikut Kristus dan memegang tanggungjawab Alkitabahiah kami untuk menjadi pelayan perdamaian dalam kami berusaha untuk membina Kerajaan Mu dan membawa nilai nilai kebenaran Kerajaan mu di muka bumi ini. Dalam nama Tuhan kami Yesus Kristus, Amen.”